MATERI BAHAN BAGUN DATAR

 MATERI BAHAN BAGUN DATAR

4 STRAND PRAKARAYA DAN KEWIRAUSAHAAN

1. KERAJINAN Dikaitkan dengan menekankan kepada kreativitas, keterampilan tangan dan rasa estetika, berpikir kreatif untuk menghasilkan produk yang inovatif agar dapat menghasilkan rancangan produk kerajinan yang berkualitas baik secara estetis maupun fungsi.

2. REKAYASA Dikaitkan dengan kemampuan teknologi dalam merancang, merekonstruksi, dan membuat benda produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan pemecahan masalah.

3. BUDIDAYA Dikaitkan dengan suatu kerja yang berusaha untuk menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk hidup agar lebih besar/tumbuh, dan berkembang biak/bertambah banyak.

4. PENGOLAHAN Dikaitkan dengan hal membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda produk jadi, dan mengubah benda mentah menjadi produk jadi yang mempunyai nilai tambah melalui teknik pengelolaan seperti : mencampur, mengawetkan, dan memodifikasi agar dapat dimanfaatkan, serta didasari dengan kinerja pikir.

Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Limbah ada dua jenis yaitu :

 1. Limbah organik adalah limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk. Limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah, sayuran, kotoran manusia, dan hewan.

2. Limbah anorganik adalah jenis limbah yang berwujud padat, sangat sulit atau bahkan sulit untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik relatif sulit terurai. Beberapa bisa terurai, tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam yang berasal dari pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan nikel.

limbah yang masih dalam kondisi baik, dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya kerajinan.Jika limbah sudah beralih manfaat menjadi barang kerajinan, maka secara ekonomi nilainya akan meningkat.

LIMBAH BANGUN DATAR

Limbah berbentuk bangun datar adalah limbah yang berbentuk bangun yang berdimensi dua, yaitu bahan limbah yang memiliki sisi panjang dan lebar sehingga tidak mempunyai ruang. Limbah berbentuk bangun datar dapat berupa bidang beraturan seperti lingkaran, segi empat, segitiga, dan bangun tidak beraturan. Memanfaatkan bahan limbah berbentuk bangun datar menjadi produk kerajinan yang bernilai estetika, bermutu, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

·         Contoh limbah berbentuk bangun datar antara lain daun, kertas, kain perca, dan plastic

- Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis ini didahului oleh proses identifikasi faktor eksternal dan internal untuk menentukan strategi terbaik, kemudian dilakukan pembobotan terhadap tiap unsur SWOT berdasarkan tingkat kepentingan.

 -Analisis internal lebih menitikberatkan pada aspek kekuatan (strenght) dan kelemahan (weakness), sedangkan analisis eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi semua gejala peluang (opportunity) yang adadan yang akan datang serta ancaman (threat) dari kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing.

- Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pengembangan usaha produk kerajinan sebagai alat penyusun strategi. Analisis SWOT didasarkan pada logika untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang yang secara bersamaan dapat mengatasi kelemahan dan ancaman.

- Analisis SWOT dapat dilakukan dengan mewawancarai pengusaha kerajinan menggunakan kuisioner. Aspek penting yang perlu disampaikan pada saat mewawancarai pengusaha antara lain aspek sosial, ekonomi, dan teknik produksi untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan usaha produk kerajinan.

Contoh analisis swot Analisis SWOT Usaha sampul tempat tisu dari kain perca

~ Streght/Kekuatan

 • Masih kurangnya orang yang tau

 • Harga yang terjangkau

 • Cukup tahan lama.

~ Weakness/Kelemahan

  • Produk mudah ditiru.

  • Hanya menyediakan bentuk persegi panjang

~ Opportunities | Kesempatan

·         Dengan menggunakan tempat tisu itu akan memperindah ruangan karena tisu yang digunakan ditaruh di dalam sehingga terlihat bagus dan rapi dan biasanya hal ini disukai oleh ibu rumah tangaa.

·         Belum banyak yang menjual poduk ini

 ~  Threats | Ancaman

·         Karena hanya ada yang berbentuk persegi panjang maka akan membuatnya terlihat biasa sehingga kami harus berinovasi untuk menarik konsumen

SUMBER DAYA YANG DIBUTUHKAN DALAM USAHA KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN DATAR

Dalam perencanaan proses produksi diperlukan pengelolaan yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikategorikan atas enam tipe sumber daya (6M), sebagai berikut :

1.      MAN (MANUSIA) Sumber daya manusia adalah salah satu faktor produksi selain tanah, modal, dan keterampilan. Manusia merupakan unsur manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

2.      MONEY (UANG) uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai dan sebagai unsur yang penting untuk mencapai tujuan perusahaan karena hal ini berhubungan dengan pembiayaan gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli dll.

3.      MATERIAL (FISIK) Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang dibutuhkan, tetapi membeli dari pihak lain. Perusahaan berusaha untuk memperoleh bahan mentah dengan harga paling murah, menggunakan cara pengangkutan yang murah dan membuat proses pengolahan seefisien mungkin.

4.      MACHINE (TEKNOLOGI) Mesin memiliki peranan penting dalam proses produksi. Setelah revolusi industri, banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi yang begitu pesat menyebabkan penggunaan mesin semakin meningkat.

5.      METHOD (METODE) Metode sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efisien baik yang menyangkut proses produksi maupun administrasi.

6.      MARKET (PASAR) Penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai, kualitas barang harus sesuai dengan selera konsumen dan harga terjangkau oleh daya beli konsumen.

PERENCANAAN ADMINISTRASI USAHA   KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN DATAR

Administrasi adalah proses dan tata cara kerja yang terdapat pada setiap usaha, baik usaha kenegaraan maupun swasta, usaha sipil maupun militer, atau usaha besar maupun kecil. Pencatatan semua kegiatan usaha yang diperlukan bagi kelancaran dan pengelolaan perusahaan merupakan tugas administrasi. Tugas tersebut meliputi pencatatan data - data transaksi bisnis, keuangan, produksi, persediaan produksi, dan lainlain. Adapun maksud dan tujuan dari adanya administrasi adalah agar wirausahawan dapat :

 a. Memonitor kegiatan administrasi perusahaannya,

b. Mengevaluasi kegiatan-kegiatan pengorganisasian perusahaannya,

 c. Menyusun program pengembangan usaha dan kegiatan pengorganisasian perusahaannya, dan

d. Mengamankan kegiatan-kegiatan usaha dan organisasi perusahaannya.

Perencanaan administrasi usaha kerajinan pada dasarnya terdiri dari :

1.      Perizinan usaha

2.      Surat-menyurat

3.    Pencatatan transaksi barang/jasa

4.    Pencatatan transaksi keuangan

 5.    Pajak pribadi serta pajak usaha

1. Perizinan Usaha

 Pendirian usaha diatur oeh Undang-Undang, yaitu melalui Peraturan Daerah dan Peraturan dari Departemen Perdagangan serta Departemen atau Instansi yang terkait dengan bidang usaha yang dijalankan.

Surat-surat harus yang disiapkan ketika akan membuka usaha sebagai berikut :

 

1)      Surat Izin Gangguan (HO) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Kedua surat izin ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari SITU-HO, diantaranya

a) Mempermudah permohonan Surat Izin Usaha Perdagangan

b) Dapat menjadi sarana untuk minta ganti rugi apabila tempat usaha mengalami penggusuran atau pemindahan lokasi

 c) Memperoleh jaminan perlindungan keamanan d) Dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman modal di bank

 

2)      Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) SIUP adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Untuk memperoleh SIUP, perusahaan harus mengisi surat permohonan SIUP yaitu berupa formulir permohonan izin yang diisi oleh perusahaan yang memuat datadata perusahaan untuk memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan Kecil/ Menengah / Besar.

 

2. Surat Menyurat

Kegiatan surat-menyurat adalah salah satu kegiatan dalam bentuk hubungan dengan pihak lain, seperti pemasok dan pelanggan. Jenis surat yang digunakan dalam kegiatan usaha disebut juga dengan surat niaga

 

Jenis surat niaga sebagai berikut :

▪ Surat perkenalan

▪ Surat permintaan penawaran

▪ Surat penawaran

▪ Surat pemesanan

▪ Surat pemberitahuan pengiriman barang

▪ Surat pengaduan

▪ Surat pengiriman pembayaran

 

3.      Pencatatan Transaksi Barang/Jasa

Bukti transaksi perusahaan terbagi menjadi dua, yaitu bukti transaksi intern dan bukti transaksi ekstern

 

1.      Bukti Transaksi Intern

Adalah bukti transaksi yang dibuat oleh dan untuk intern perusahaan, adapun bukti transaksi intern adalah sebagai berikut :

a. Bukti kas masuk, yaitu tanda bukti bahwa perusahaan telah menerima uang secara tunai, misalnya pembayaran tagihan dari perusahaan lain.

b. Bukti kas keluar yaitu tanda bukti bahwa perusahaan telah mengeluarkan uang tunai, misalnya pembayaran gaji, pembayaran utang, atau pengeluaranpengeluaran lainnya.

 

2.      Bukti Transaksi Ekstern

 Adalah bukti transaksi yang berhubungan dengan pihak luar. Bukti transaksi ekstern sebagai berikut :

        a. Faktur

        b. Kwitansi

        c. Nota

        d. Nota Debet

        e. Nota Kredit

        f. Cek

4. Pencatatan Transaksi Keuangan

Transaksi keuangan dicatat dalam laporan keuangan yang disusun secara berkala. Berdasarkan standar akuntansi keuangan tahun 2007, laporan keuangan terdiri dari empat item sebagai berikut :

1) Laporan laba rugi

2) Laporan perubahan modal

3) Neraca

4) Laporan arus kas

             5. Pajak

Setiap wajib pajak harus memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), yaitu nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda mengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannnya.

 

PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN DATAR

Sesorang memutuskan menjadi wirausaha maka dia harus segera memikirkan tentang rancangan pemasaran produk yang akan dijual. Philip Kotler dan Gary Amstrong dalam bukunya Dasar-Dasar Pemasaran mendefinisikan pemasaran sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannnya. hal penting yang berkaitan dengan aspek pemasaran sebagai berikut :

a.      Memahami seni menjual

Penjualan merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga jual yang profesional. Penjual itu tidak hanya menjual produk tetapi juga menjual kualitas produk tersebut

b.      Menetapkan harga jual

Penetapan harga harus disesuaikan dengan target pasar, segmen pasar, dan posisi produk di pasar. Sebelum menentukan harga produk di pasar, perlu mempertimbangkan faktor utama dari jenis biaya yang akan menentukan harga. Halhal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan harga sebagai berikut :

1) Biaya bahan baku dan suplainya Biaya ini menjadi biaya utama dalam penentuan harga jual produk

 2) Biaya overhead Biaya overhead menjadi faktor penting yang bisa dianalisis dalam penentuan struktur harga. Misal : biaya administrasi, biaya pengiriman, biaya alat tulis kantor, biaya sewa kantor, biaya telepon, dan biaya listrik.

3) Biaya tenaga kerja Merupakan biaya tenaga kerja dalam memproduksi barang jadi selama proses produksi. Contoh : biaya gaji karyawan, uang lembur, insentif (bonus).

Dalam menentukan harga jual sebuah produk, perlu mengetahui total biaya (total cost) yang dibutuhkan dalam membuat produk tersebut.

Biaya Total = Total biaya bahan baku + Total biaya overhaed + Total biaya tenaga kerja

Penentuan harga jual produk juga dapat ditentukan dengan tiga cara, sebagai berikut :

1) Harga berdasarkan harga pasar (Market based price)

2) Harga berdasarkan biaya (Cost based price)

3) Harga berdasarkan titik impas (Break event point based price)

c. Menganalisis kepuasan pelanggan

Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja produk (hasil) yang bisa dirasakan dan sesuai dengan harapannya.

Metode-metode yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan sebagai berikut : Sistem keluhan dan saran Survei kepuasan pelanggan secara berkala Ghost shopping atau mystery shopper

d. Promosi

Adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna mengkomunikasikan, mengenalkan, dan mempopulerkan kepada pasar sasarannya. Ada enam kegiatan dan rencana yang bisa dilakukan untuk mengomunikasikan produk dan merk usaha : penjualan personal (personal selling), Iklan (Advertisting),Publikasi (publication), Sponsorship, Komunikasi di tempat konsumen yang akan membeli (pint of )

 

A. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Beberapa aneka produk kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar diantaranya :

Bahan Dasar

Aneka Produk

Manfaat

  Kardus

   Tempat tisu, keranjang

    Alat tulis, pigura dsb

  sebagai tempat  menaruh tisu, alat tulis dan foto

 

  Kain perca

  Bros, gantungan kunci

 Aksesoris pada kerudung

dan hiasan pada tas,dompet dsb

 

  Kulit jagung

  Boneka

 Sebagai hiasan

 

  Plastik

  Pot tanaman gantung

 Menaruh tanaman yg ingin digantung

 

   Kertas

  Hiasan pada dinding

 Untuk membuat dinding lebih menarik dan indah

 

2.  Observasi/Studi Pustaka

 

Daerah Pesisir/laut

 

 

Nama Kerajinan

Perencanaan Produksi

Alat dan Bahan

Proses Produksi

 

 

 

  Bingkai foto

 - menentukan ide yg ingin dibuat

- siapkan alat bahan

- mulai menyusun kerajinan

- finishing

  1.     Macam macam kulit kerang

  2.    Bingkai foto kayu yang datar

  3.    Lem UHU atau dapat diganti dengan lem lain sesuai selera

  4.    Koran

  5.    Amplas

   1.     Amplas kasar permukaan bingkai kayu.

     2.    Rekatkan bermacam macam kulit kerang disekitar bingkai foto sesuai selera dan kreasi anda.

     3.    Lekatkan dengan menggunakan lem.

     4.    Lalu keringkan.

     5.    Tutup kaca bingkai dengan Koran.

     6.    Semprotkan dengan pilox transparan keseluruh permukaan bingkai foto kayu agar tampak mengkilap.

     7.    Biarkan hingga kering.

     8.    Bingkai foto kerang telah jadi.

 

Daerah Pegunungan

 

Nama Kerajinan

Perencanaan Produksi

Alat dan Bahan

Proses Produksi

  

   

 

 

  Gantungan kunci

 

 

 

 - menentukan desain gambar

 - menyiapkan alat bahan

 - membentuk kerajinan

- finishing

  papan kayu  mahoni

-wadang atau sono  ukuran  1 cm x 10cm x 10 cm.

-  pencil

-scroll saw

-bor

- cutter/ pahat, amplas

-ring gantungan kunci.

 1. Siapkan benda yang akan difinishing

Siapkan bahan dan alat

  2. Haluskan benda kerja dengan amplas no 400

  3. Tutup cacat kayu dan pori-pori kayu dengan plamur kayu, gunakan scrap atau kuas. Setelah itu dijemur hingga plamur kering

 4. Haluskan plamur sampai halus, setelah itu dicat dasar  putih.

 5. Siapkan adonan warna sesuai kebutuhan, torehkan warna pada benda kerja dengan kuas sesuai rancangan.

 6. Angin-anginkan hingga cat setengah kering.

 7. Ulangi pengecatan dengan arah  goresan melintang dari pengecatan pertama

 8. Jemur hasil  pengecatan hingga kering.

 9. Lapisi cat dengan aqualack  agar cat lebih awet dan kuat.

 

Daerah Pertanian

 

Nama Kerajinan

Perencanaan Produksi

Alat dan Bahan

Proses Produksi

  

   

 

 

   Boneka

 - menentukan bentuk kerajinan

- siapakan alat dan bahan

- membentuk kerajinan

- finishing

 1. 10 lembar kulit    jagung yang sudah dikeringkan.

 2. Benang.

 3. Gunting.

 4. Benang Wol.

 5. Manik-manik.

 6. Lem.

 1. Rendam kulit jagung dengan menggunakan air hangat selama 10 menit.

 2. Setelah itu, susun 4 buah kulit jagung dalam genggaman.

 3. Lalu ikat dengan benang bagian atas dengan jarak kurang lebih 1 inchi dari bagian atas.

 4. Kemudian baliklah, pada ujung panjang kulit ditarik sampai ke bawah.

 5. Setelah itu ikat lagi bagian atas sehingga membentuk kepala.

 6. Langkah selanjutnya adalah ambil 1 lembar kulit jagung. Kulit jagung itu lalu digulung secara horizontal untuk membentuk tangan.

 7. Setelah tangan terbuat, selipkan pada bagian lengan yang ada di bawah dekat kepala. Agar tidak lepas bisa ditambahkan dengan lem.

 8. Kemudian buat bagian pinggang dengan cara mengikat menggunakan benang wol. Jarak antara kepala dan pinggang disesuiakan dengan ukuran boneka yang akan dibuat.

 8. Dan langkah yang terakhir adalah membuat kaki. Untuk boneka perempuan cukup dirapikan saja bagian bawahnya, sedangkan untuk boneka laki-laki pada bagian bawah dibagi menjadi 2 sedemikian rupa sehingga membentuk rapi. Ikat bagian bawah untuk membentuk pergelangan kaki.

 

Daerah Perkotaan

 

Nama Kerajinan

Perencanaan Produksi

Alat dan Bahan

Proses Produksi

 

  Bros

 

 - menentukan bentuk kerajina

menyiapkan alat bahan

- membentuk kerajinan

- finishing

1. Gunting

2. Melt glue dengan gun nya ya (lem tembak)

3. Benang dan jarum

4. Payet warna emas

5. Kain flanel atau kain keras

6. Peniti bros

1. Gunting kain dengan ukuran lebar 6,5cm dan panjang sekitar 70cm (jika panjang kain nggak  cukup bisa di sambung beberapa potong)

 

2. Siapkan benang dan jarum. Lipat kain menjadi dua, jahit jelujur sampai selesai.

 

3. Tarik benang sehingga kain terbentuk rimpel yang cantik.

 

4. Siapkan bulatan kecil dari flanel dan kain satin.

 

5.Masukan bulatan flanel ke dalam kain satin, jelujur pinggir bulatan, tarik ke tengah. Jadilah bagian tengah kelopak bunga

 

6.Pasang payet di bagian tersebut. Pasang di tengah kelopak bunga dengan lem tembak/melt glue.

 

7.Rekatkan flanel di belakang bros, kemudian rekatkan peniti bros

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proses pengolahan limbah berbentuk bangun datar untuk produk kerajinan pada umumnya sebagai berikut :

1.Pemilahan bahan limbah Sebelum diolah, limbah harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan mana yang masih dapat dipergunakan atau tidak. Pemilahan dapat dilakukan secara manual dan disesuaikan dengan tujuan penggunaan bahan yang telah dirancang.

2.Pembersihan limbah Limbah yang sudah dipilih harus dibersihkan dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dimanfaatkan sebelumnya.

3.Pengeringan Limbah basah harus diolah dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari langsung atau dengan alat pengering, agar kadar air dapat hilang dan limbah dapat diolah dengan sempurna.

Proses pengolahan limbah berbentuk bangun datar untuk produk kerajinan pada umumnya sebagai berikut : 4.Pewarnaan Proses pewarnaan yang umum dilakukan pada bahan limbah basah dengan cara dicelup atau direbus bersama zat warna tekstil agar menyerap. Sedangkan bahan limbah kering dapat diwarnai dengan cara divernis/dipolitur, dapat pula dicat menggunakan cat akrilikatau cat minyak.

5.Pengeringan setelah pewarnaan Setelah diberi warna, bahan harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau dengan alat pengering agar warna kering sempurna tidak mudah luntur.

6.Finishing Proses finishing dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti diseterika untuk limbah kulit agar tidak kusut, dapat pula digerinda, atau diamplas.

D. Perencanaan Produksi Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Perencanaan produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai estetika, keunikan (craftmanship), keterampilan, dan efisiensi. Sementara dalam pemenuhan fungsinya lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, sandang, dan sebagainya. Perencanaan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis. Adapun pengertian dari unsur estetika dan ergonomis adalah sebagai berikut :

 1. Unsur Estetika Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance) dan kontras (contrast) sehingga penerapan unsur estetika pada produk kerajinan yang memiliki fungsi hias sangat penting.

2. Unsur Ergonomis Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinanadalah: 1) Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.

2) Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan juga bisa disebut barang terapan. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.

3) Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terapan/pakai yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya

Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan fungsional. Komponen struktural yang membentuk sistem produksi terdiri dari: bahan (material), mesin dan peralatan, tenaga kerja modal, energi, informasi, tanah dan lain-lain. Sedangkan komponen fungsional terdiri dari supervisi, perencanaan, pengendalian, koordinasi dan kepemimpinan, yang kesemuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi. Produk kerajinan dibutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya :

1. Menentukan Bahan/Material Produksi Pemilihan bahan/material dalam pembuatan karya kerajinan sangat terkait dengan sasaran pasar, karena material akan mendukung nilai bentuk, kenyamanan terutama dalam menggunakan benda terapan dan juga akan mempengaruhi kualitas dari barang tersebut. Dalam penciptaannya, seorang pengrajin harus menguasai unsur-unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, komposisi dan lain-lain.

2. Menentukan Teknik Produksi Penguasaan teknik dalam berkarya kerajinan akan menentukan kualitas produk kerajinan yang dibuat. Beberapa jenis kerajinan memiliki alat dan ketrampilan khusus untuk mewujudkannya. Teknik produksi kerajinan disesuaikan dengan bahan, alat dan cara yang digunakan.

 

E. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan dalam Memproduksi Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Alat-alat tulis (gambar) misalnya, adalah peralatan yang digunakan dalam proses

pembuatan hampir seluruh jenis karya kerajinan, terutama saat membuat rancangan karya

kerajinan tersebut. Beberapa alat yang digunakan dalam berkarya kerajinan antara lain :

1. Pensil, yaitu alat yang biasanya digunakan untuk membuat sketsa

2. Spidol, biasanya dibuat dengan berbagai warna dan ukuran

3. Komputer, untuk kepentingan merancang karya dengan teknik digital

Karena kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi alat yang dipergunakan dalam berkarya

kerajinan relatif dapat dilakukan oleh komputer.

 

F. PROSESPRODUKSI KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN DATAR

Pembuatan produk kerajinan dapat melatih ketekunan bekerja, dengan banyak berlatih kita akan berani unjuk kerja dan unjuk hasil kerja, akhirnya akan memiliki sikap mental kreatif dan inovatif. Dengan demikian, akan terbentuk percaya diri, punya keberanian dan tidak ragu-ragu untuk bertindak sesuai dengan keyakinan dan perencanaannya, serta mampu berfikir kritis. Sikap mental demikian itu akan membentuk menjadi sikap mental produktif, kreatif, dan berani menghadapi resiko.

Dalam proses produksi kerajinan seorang pengrajin harus memperhatikan 3 hal, yaitu :

1.      Bentuk ,yang dimaksud bentuk pada produk kerajinan adalah wujud fisik. Bentuk ini selalu bergantung pada sentuhan keindahan. Dalam proses penciptaan seorang pengrajin harus menguasai unsur-unsur seni seperti garis, tekstur, warna, ruang, bidang, dan sebagainya.

2.      Fungsi, dalam pembuatan produk kerajinan seorang pengrajin harus mampu menghubungkan bentuk dengan fungsi sehingga karya yang dihasilkan dapat memenuhi fungsinya sementara bentuknya tetap indah. Dalam pembuatan produk kerajinan harus benar-benar memperhatikan aspek kenyamanan.

       3. Bahan Pengetahuan, pemahaman dan penguasaan terhadap bahan harus dimiliki seorang pengrajin. Dengan adanya pemahaman terhadap bahan ia akan mampu menemukan teknik pengolahannya. Dengan teknik yang tepat akan dihasilkan karya kerajinan secara optimal karena setiap bahan selalu memiliki karakter yang berbeda-beda.

Seorang pengrajin harus mampu memadukan aspek bentuk, fungsi, dan bahan agar hasilnya optimal. Ketiga aspek tersebut saling berkait dan bekerjasama.

Berikut adalah contoh proses produksi kerajinan dari bahan limbah kulit jagung, yaitu :

1.      Perancangan Produk

Kulit jagung merupakan limbah basah, maka kulit jagung memiliki kandungan air yang tinggi. Cara pengolahannya dengan proses sederhana dan relatif mudah yaitu dengan panas matahari hingga kering. Setelah kering kulit jagung dapat diwarnai, lalu dikeringkan, dan diseterika agar lembarannya dapat terlihat lebih halus dan rata sehingga akan mudah dibentuk. Dalam membentuk kulit jagung menjadi karya memang perlu ketekunan. Contoh karya seperti bunga, boneka, hiasan pensil, penghias wadah, hiasan bingkai foto, hiasan anyaman untuk keranjang atau tas, dan bentuk kerajinan lainnya.

2.      Alat Pendukung

Proses pembuatan karya kerajinan bunga dari kulit jagung. Bahan-bahan pendukung adalah kulit jagung, cat warna tekstil, benang, lidi, tali tampar, dan vas bunga. Jenis dan fungsi peralatan untuk pembuatan karya kerajinan dari limbah kulit jagung adalah gunting.

3.      Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan sikap pada saat kita bekerja. Hal ini berhubungan dengan cara memperlakukan alat dan bahan kerja, serta bagaimana mengatur alat dan benda kerja yang baik dan aman. Jangan lupa setelah proses pekerjaan selesai, bersihkan semua peralatan dan simpan pada tempat semestinya.

 

 

4.      Teknik Pembuatan

 

 

                                             Tempat Sampah Dari Kardus

 

 

«  Tujuan : -membuat kerajinan dari kardus bekas

                           -mengurangi limbah yang ada,

                           -membuatnya menjadi barang bermanfaat salah satunya tempat sampah.

«  Perencanaan produksi :

- pemilihan kardus  yang ingin digunakan

- siapkan semua bahan yang diperlukan

- membuat sketsa sebagai gambaran awal

- mulai membuat kerajinan

«  Alat dan Bahan :

1. Kardus bekas                                                     

2. Kertas cokelat

3. Lem tembak

4. Lem fox

5. Gunting

6. Kertas motif yg di prin

7.Lidi/ sumpit kecil


*Langkah pembuatan :

1. Membuat sketsa kerajinan

      

2. Setelah membuat sketsa, potonglah kardus menjadi berbagai ukuran.     

      

3. Lalu menempelkan 4 bagian kardus dengan lem tembak.

      

4. Tempelkan kertas cokelat dengan lem fox diatas kardus yg telah di lem untuk menutupi kardus.

      

5. Satukan ujung kardus agar dapat berdiri dengan lem tembak.

       

6. Untuk bagian bawah pakai ukuran yg 13×13 cm yg telah disampul cokelat, lalu tempel dibagian bawah.

      

7. Tempelkan lidi dengan lem tembak pada kedua ujung yang berbentuk segitiga.

      

8. Untuk tutupnya pake ukuran 16× 12 cm sebelum dipasang tempelkan dengan kardus ukuran     8×3.5 cm yg telah dilipat dan dilapisi kertas cokelat.

                                

9.  Terakhir, tempelkan gambar motif yg telah diprint pada permukaan kerajinan dengan lem fox                                                                                            

 


 

 

 

 

 

 

G. PENGEMASAN PRODUKSI KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBE

 

Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemasatau yang dibungkusnya. Tujuan pengemasan produk kerajinan, sebagai berikut : a. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. b. Kemasan dapat mendukung program pemasaran Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk lainnya. c. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin.

Manfaatpengemasan produk kerajinan, sebagai berikut :

a. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca

b. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya (ciri pembeda produk)

c. Kemasan yang menarik dapat memikat dan menarik perhatian konsumen (menambah daya tarik produk)

d. Kemasan dapat menambah nilai jual produk

Jenis bahan kemasan produk kerajinan, sebagai berikut :

1. Kemasan Kertas

2. Kemasan Kayu

3. Kemasan Plastik

Jenis bahan kemasan produk kerajinan, sebagai berikut :

1.      Kemasan Kertas

Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium voil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya yang luas. Kelemahan kemasan kertas adalah sifanya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan.

2.      Kemasan Kayu

 Kemasan kayu biasa digunakan untuk produk padat seperti barang antik dan emas, keramik, dan kain. Pada keramik sering dibungkus dengan peti kayu agar dapat melindungi keramik dari resiko pecah

3.      Kemasan Plastik

Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, poliester , nilon, vinil film dan akrilik. Akrilik adalah nama kristal termoplastik yang jernih dengan nama dagang Lucie, Barex dan Plexiglas.

Beberapa sifat akrilik adalah : kaku dan transparan, penahan yang baik terhadap oksigen dan cahaya, titik leburnya rendah. Berikut contoh kemasan dari bahan plastik

Bahan untuk kemasan bisa dibuat dari bahan alam, maupun bahan sintetis. Misalnya karya kerajinan dari limbah kaca diberi kemasan kotak kayu, kerajinan aksesoris dari batu diberi wadah kotak dari kardus, kerajinan perhiasan diberi wadah kotak berlapiskan bludru, dan sebagainya

 

"PENGEMASAN PRODUK"

Tujuan : melindungi produk agar sampai ke konsumen dengan baik, produk terlihat lebih rapi.

Bahan kemasan yang digunakan adalah plastik, karena anti air sehingga lebih aman untuk produk seperti kardus yg bisa rusak karna terkena air.

Alat dan bahan:

1. Plastik baju

2. Pita seru

3. Produk yang akan dikemas


Langkah-langkah :

1. Membuat sketsa

     

2. Tarik pita serut hingga membentuk sebuah pita

        

3. Masukan produk kedalam plastik

        

4. Terakhir gabungkan sisa plastik bagian atas, sehingga dapat diikat dengan pita serut

 

                                   

A.    Pengertian dan Manfaat Titik Impas (Break Event Point)

Break Event Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana perusahaan dalam operasinya tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita kerugian atau dengan kata lain total biaya sama dengan total penjualan sehingga tidak ada laba dan tidak ada rugi. Dalam kegiatan usaha, seorang wirausahawan selalu memperhitungkan adanya titik impas atau break event point (BEP). Analisis BEP adalah suatu teknis analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan, dan volume kegiatan.

A. Pengertian dan Manfaat Titik Impas (Break Event Point)

Manfaat dari Break Event Point (BEP) diantaranya : a. Alat perencanaan untuk menghasilkan laba b. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan c. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan. d. Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.

Komponen Perhitungan Titik Impas Break Event Point (BEP) diantaranya : Break Event Point memerlukan komponen penghitungan dasar berikut ini : a. Fixed Cost. Komponen ini merupakan biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan produksi atau meskipun perusahaan tidak berproduksi. Contoh biaya ini yaitu biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, dan lain- lain.

a. Variabel Cost. Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang direncanakan meningkat, berarti variabel cost pasti akan meningkat. Contoh biaya ini yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dll.

a. Selling Price. Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi.

Rumus yang digunakan untuk analisis Break Even Point ini terdiri dari dua macam sebagai berikut :

a.       Dasar Unit Berapa unit jumlah barang/jasa yang harus dihasilkan untuk mendapat titik impas.

BEP = FC /(P-VC)

b.      Dasar Penjualan berapa rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas.

FC/ (1 – (VC/P)

Penghitungan (1 – (VC/P)) biasa juga disebut dengan istilah Margin Kontribusi Per Unit.

Menghitung Biaya Pokok Produksi Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

 

BEP dapat dihitung dengan dua cara berikut :

a. Break Even Point (BEP) Penjualan dalam Unit Break even point volume produksi menggambarkan produksi minimal yang harus dihasilkan pada perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Rumus perhitungan BEP unit seperti berikut :

BEP Unit = FC/(P-VC)

b.Break Even Point (BEP) Rupiah Break Even Point rupiah menggambarkan total penerimaan produk dengan kuantitas produk pada saat BEP.

BEP Rupiah = FC/(M/P)

FC = Fixed Cost (Biaya Tetap)

VC = Variable Cost (Biaya Variabel)

TC/P = Total Cost (Total Biaya)

 BEP = Break Even Point (Titik Impas)

Margin of safety adalah batas keamanan yang menyatakan sampai seberapa jauh volume penjualan yang dianggarkan boleh turun agar perusahaan tidak menderita rugi atau dengan kata lain, batas maksimum penurunan volume penjualan yang dianggarkan, yang tidak mengakibatkan kerugian

Contoh Menghitung Break Event Point (BEP)

1.      Toko sepatu abadi ditahun 2019 mempunyai data-data sebagai berikut :

Diketahui : Fixed Cost : Rp 500.000,-

                   Variabel Cost : Rp 10.000/unit

                    Harga beli : Rp 20.000/unit

Ditanya : 1) menentukan BEP  Toko Sepatu Abadi dalam unit

           2)menentukan BEP Toko dalam  menghitung uang penjualan yang perluu diterima agar terjadi BEP

    2.     Usaha dagang  Jaya Mandiri dotahun 2019 mempunyai data biaya dan rencana produksi sebagai berikut :

·         Biaya tetap dalam sebulan sebanyak Rp 150.000.000,- yang terbagi dari :

Rp 1.500.000 biaya penyusustan mobil kijang

Rp 10.000.000 biaya gaji pemilik

Rp 15.000.000 biaya gaji asuransi kesehatan

Rp 18.500.00 biaya gaji sewa gedung kantor

Rp 30.000.000 biaya gaji sewa pabrik

Rp 75.000.000 biaya gaji pegawai

 

·         Biaya variable per unit mencapai Rp 75.000 yg  terdiri dari :

Rp 35.000 biaya bahan baku

Rp 15.000 biaya listrik dan air

Rp 15.000 biaya tenaga kerja langsung

Rp 10.000 biaya lain-lain

 

·         Biaya jual per unit Rp 100.000

Ditanya : - menentukan BEP dalam bentuk unit

                -menentukan BEP dalam bentuk rupiah

Jawaban :

1.

1)      BEP = FC/(P-VC)=500.000/(20.000-10.000)

                      

Jadi, BEP per Unit adalah 50 unit

 

2)      BEP = FC/(P-VC)×VC=  500.000/(20.000-10.000)×20.000

                              = 1.000.000

Jadi, uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP adalah Rp 1.000.000,-

2.

- BEP =FC/(P-VC)=  150.000.000/(100.000-75.000)

                    = 6.000

Jadi, BEP per Unit adalah 6000 unit

 

-          BEP = FC/(M/P)=150.000.000/(25.000/100.000)

                  = 600.000

Jadi, BEP dalam bentuk rupiah adalah Rp 600.000,-

Pengertian Promosi Usaha

Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang yang dihasilkan untuk konsumen. Segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli di perusahaan tersebut. Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam yakni merangsang permintaan, meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk, membentuk goodwill, meningkatkan pembelian konsumen, juga bisa mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak serta meminimalisir perilaku berganti-ganti merek, atau mendorong konsumen untuk mencoba pembelian produk baru. Tujuan lainnya adalah untuk mendorong pembelian ulang produk, dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru.

 

Komentar